Dampak Buruk Media Sosial

10 Dampak Buruk Media Sosial Yang Wajib Kamu Tau!

Dampak Buruk Media Sosial Saat ini, dengan penggunaan media sosial menjadi kebutuhan, dampak jejaring sosial terhadap perilaku manusia semakin meningkat. Sekarang kita memiliki dunia di mana kita dapat menampilkan kepribadian kita seperti yang kita inginkan, mungkin seperti yang belum pernah kita alami, dengan cara yang kita inginkan, dan di mana kita dapat membangun diri virtual. Mari kita bicara tentang dampak media sosial bagi orang-orang.

Dampak Buruk Media Sosial

Berikut ini 10 Dampak Buruk Media Sosial Yang Wajib Kamu Ketahui

1. Menyebabkan Lebih Banyak Stres

Meskipun kita menggunakan media sosial untuk melepaskan diri dari stres dan masalah sehari-hari, dikatakan bahwa media sosial menyebabkan lebih banyak stres daripada menghilangkan stres, menurut penelitian ini merupakan salah satu Dampak Buruk Media Sosial yang harus kalian hindari.

2. Menyebabkan Kerusakan Mood

Dampak Buruk Media Sosial yang ke 2, Para peneliti mengamati bahwa setelah 20 menit menggunakan Facebook, orang-orang mengalami penurunan mood. Sementara orang mengatakan bahwa Facebook adalah buang-buang waktu, beberapa peneliti menunjukkan bahwa suasana hati yang baik atau buruk dapat menyebar di antara orang-orang di media sosial.

3. Menyebabkan Peningkatan Kecemasan

Sejalan dengan penelitiannya, ia meneliti gejala-gejala seperti kecemasan, gelisah, sulit tidur dan berkonsentrasi yang dipicu oleh media sosial. Hasilnya, mereka menemukan bahwa mereka yang menggunakan tujuh atau lebih platform media sosial memiliki gejala kecemasan umum tiga kali lebih banyak daripada mereka yang menggunakan platform 0-2. Namun, bagaimana media sosial menyebabkan kecemasan masih belum diketahui hingga saat ini.

đŸ‘‰TRENDING:  Cara Menutup Akun Twitter Sementara 2022

4. Membuat Anda Lebih Depresi

Studi lain menemukan bahwa Dampak Buruk Media Sosial memiliki risiko depresi dan kecemasan meningkat tiga kali lipat di antara mereka yang menggunakan banyak platform media sosial. Di antara alasannya adalah faktor-faktor seperti intimidasi di media sosial, gagasan yang menyimpang tentang kehidupan orang lain, dan perasaan membuang-buang waktu yang dihabiskan di media sosial. Selain itu, para peneliti terus bekerja pada bagaimana menggunakan media sosial dalam diagnosis awal depresi.

5. Mengganggu Pola Tidur

Hal itu menunjukkan bahwa media sosial menghambat hormon melatonin yang mengatur tidur dalam tubuh, terutama cahaya biru yang dipancarkan oleh smartphone dan komputer laptop. Selain itu, sebagai hasil penelitian, terlihat bahwa ada hubungan antara gangguan tidur dan cahaya biru yang dipancarkan dari layar, dan secara obsesif melihat situs-situs tersebut lebih negatif daripada waktu yang dihabiskan di situs media sosial.

6. Menyebabkan Kecanduan

Kecanduan media sosial tidak termasuk di antara gangguan kesehatan mental saat ini, meskipun membuatnya lebih adiktif daripada rokok dan alkohol. Selain itu, terlihat penggunaan media sosial yang berlebihan dikaitkan dengan masalah hubungan, kegagalan dalam pendidikan, tidak berpartisipasi dalam komunitas non-internet, dan mereka yang lebih ekstrovert dengan alkohol dan mereka yang memiliki hubungan kurang dalam kehidupan nyata lebih rentan terhadap kecanduan ini.

7. Menurunkan Keyakinan

Sudah lama diketahui bahwa penggunaan model kurus retouched oleh majalah mode dan wanita merusak harga diri banyak wanita muda. Kini, media sosial telah menggantikannya. Bagaimana? Dari hasil penelitian, dia mengatakan bahwa situs media sosial membuat mereka merasa tidak memadai. Setengah dari kelompok usia 18-34 menyatakan bahwa mereka tidak menganggap diri mereka menarik. Studi lain yang dilakukan pada tahun 2016 mengungkapkan bahwa melihat selfie orang lain menurunkan harga diri seseorang. Karena orang tersebut membandingkan keadaan dirinya saat ini dengan postingan yang menunjukkan momen paling bahagia dari orang lain.

đŸ‘‰TRENDING:  Platform Manajemen Media Sosial Postfity Gratis

8. Menyebabkan Kemerosotan Hubungan

Media sosial dapat menjadi faktor yang mengganggu dalam pertemuan tatap muka orang-orang. Hubungan romantis juga dipengaruhi oleh media sosial. Penelitian telah menunjukkan bahwa masalah kecemburuan muncul ketika pasangan menambahkan seseorang dari lawan jenis ke Facebook sebagai teman. Terutama karena wanita menghabiskan lebih banyak waktu di Facebook, mereka mengalami perasaan ini lebih banyak.

9. Menyebabkan Ketidakbahagiaan dalam Hidup Anda Saat Ini

Dalam sebuah penelitian, hampir 200 orang mengatakan bahwa jejaring sosial menciptakan emosi negatif di dalamnya, terutama kemarahan, dan ini didasarkan pada rasa iri. Tetapi ada orang yang percaya bahwa iri tidak harus menjadi emosi yang merusak dan mendorong orang untuk berusaha lebih keras.

10. Menyebabkan Kesepian (Dampak Buruk Media Sosial)

Dalam penelitian lain, terlihat bahwa mereka yang menghabiskan banyak waktu di media sosial dua kali lebih mungkin mengalami isolasi sosial. Waktu yang dihabiskan di media sosial dapat menggantikan komunikasi tatap muka dan menyebabkan orang merasa dikucilkan. Orang-orang yang merasa bahwa teman-teman mereka menjalani kehidupan yang jauh lebih ideal dan bahagia mungkin iri pada mereka dan menyebabkan mereka melebih-lebihkan keterasingan sosial mereka.

Kesimpulan tentang dampak buruk media sosial:

Tidak semua media sosial memiliki dampak yang baik bagi kehidupan kita, namun ada banyak dampak negaif media sosial pada hidup kita yang harus kita hindari, bijaklah dalam bersosial media karena Dampak Buruk Media Sosial benar-benar ada dan hanya diri kita yang bisa menilainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.